
Lingkungan sekolah yang asri dan berkelanjutan bukan hanya sekadar impian, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata oleh siswa SMPN 7 Kota Cirebon. Sebagai bagian dari program unggulan Adiwiyata Mandiri, para siswa kelas 9 baru saja melaksanakan praktik langsung pembuatan Ecoenzym dan Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi kelestarian ekosistem di lingkungan sekolah.
Antusiasme tampak jelas di wajah para siswa sejak awal kegiatan. Mereka tidak hanya belajar secara teoritis di dalam kelas, tetapi terjun langsung memilah bahan-bahan organik untuk diolah. Dengan arahan guru pembimbing, para siswa belajar bagaimana sampah organik, seperti kulit jeruk dan sisa sayuran, dapat diubah menjadi cairan multifungsi yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Praktik Ecoenzym dan POC sebagai Solusi Lingkungan
Program pembuatan Ecoenzym dan POC di SMPN 7 Kota Cirebon ini merupakan implementasi nyata dari komitmen sekolah terhadap pelestarian alam. Dalam proses pembuatan Ecoenzym, siswa memanfaatkan kulit jeruk yang melimpah untuk dijadikan cairan pembersih alami serta penyubur tanaman. Tidak kalah menarik, pembuatan Pupuk Organik Cair atau POC juga dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan organik lainnya yang difermentasi secara alami.
Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus konsumsi. Justru, dengan kreativitas dan pengetahuan, sampah dapat menjadi sumber daya yang berharga. Hal ini sejalan dengan visi sekolah Adiwiyata Mandiri yang ingin menanamkan pola hidup peduli lingkungan kepada setiap siswanya sejak dini. Selain mengurangi beban sampah di lingkungan sekitar, produk hasil karya siswa ini nantinya akan diaplikasikan langsung pada taman-taman sekolah agar tumbuh lebih subur dan hijau.
Kegiatan praktik Ecoenzym dan POC ini memberikan manfaat luar biasa bagi siswa, antara lain:
Meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya memilah sampah dari sumbernya.
Memberikan keterampilan praktis dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.
Memperkuat budaya sekolah yang ramah lingkungan melalui program Adiwiyata Mandiri.
Mendorong kreativitas siswa dalam menciptakan solusi inovatif berbasis sains sederhana.
Pihak sekolah berharap, semangat yang ditunjukkan oleh siswa kelas 9 ini dapat menular kepada seluruh warga sekolah. Dengan terus membiasakan diri melakukan praktik-praktik ramah lingkungan, SMPN 7 Kota Cirebon optimis dapat terus mempertahankan prestasinya sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri yang menjadi teladan bagi sekolah lain di kota Cirebon maupun di tingkat nasional. Pendidikan lingkungan bukan lagi sekadar hafalan, melainkan gaya hidup yang dijalani dengan penuh suka cita dan tanggung jawab.
Foto dan Video Kegiatan : https://photos.app.goo.gl/4xiH9VqwkHMkkmpP9



