
Senin, 19 Oktober 2026 menjadi momen yang istimewa bagi seluruh warga sekolah. Dalam kegiatan upacara bendera rutin, sekolah mendapatkan kehormatan besar dengan kehadiran Bapak IPTU Fransiskus Heru Purwandhali, S.H., sebagai pembina upacara. Beliau merupakan perwira polisi berdedikasi yang bertugas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, khususnya menjabat sebagai Panit 1 Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur.

Kehadiran sosok aparat kepolisian di tengah-tengah siswa bukan tanpa alasan. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai pelajar. Sebagai praktisi hukum yang sehari-hari menangani berbagai kasus tindak pidana, mulai dari pencurian hingga tindak kriminalitas lainnya, IPTU Fransiskus Heru Purwandhali memiliki perspektif mendalam mengenai dampak negatif dari perilaku menyimpang di kalangan generasi muda.
Pencegahan Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya
Fokus utama dalam penyampaian amanat kali ini adalah bahaya kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan. Bapak IPTU F. Heru Purwandhali mengingatkan bahwa masa depan seorang siswa sangat bergantung pada pilihan tindakan yang diambil hari ini. Ada empat poin utama yang menjadi sorotan beliau dalam edukasi tersebut:
Bolos Sekolah: Beliau menjelaskan bahwa tindakan bolos merupakan langkah awal menuju perilaku tidak disiplin yang lebih berat dan dapat merugikan masa depan akademik siswa.
Tawuran: Fenomena tawuran menjadi perhatian khusus karena tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melibatkan konsekuensi hukum yang sangat berat bagi pelakunya.
Perundungan (Bullying): Tindakan perundungan di sekolah harus dihentikan karena dapat merusak mental korban dan menciptakan lingkungan belajar yang tidak sehat.
Narkoba: Bahaya penyalahgunaan narkotika ditegaskan sebagai ancaman nyata yang dapat menghancurkan hidup, kesehatan, serta masa depan generasi penerus bangsa.
Sebagai perwira di unit Reserse Kriminal (Reskrim), Bapak Heru juga berbagi cerita inspiratif tentang tugas-tugas lapangan yang ia jalani, seperti penanganan cepat kasus pencurian dengan pemberatan di area Terminal Harjamukti. Melalui cerita tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa setiap perbuatan melanggar hukum, sekecil apa pun, pasti memiliki konsekuensi yang serius. Beliau berpesan agar para siswa selalu bijak dalam bergaul dan menjauhi lingkungan yang negatif.

Kegiatan upacara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab singkat yang disambut antusias oleh para siswa. Pihak sekolah berharap, kehadiran pihak kepolisian dari Polsek Cirebon Selatan Timur ini dapat memberikan dampak positif serta memotivasi siswa untuk menjadi generasi muda yang taat hukum, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kenakalan remaja.
LINK FOTO : Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja Bersama Polres Cirebon Kota
