
SMPN 7 Kota Cirebon Tembus Level Asia Tenggara, Jadi Satu-satunya Wakil Jabar di NGTS Showcase

Prestasi membanggakan kembali diraih SMPN 7 Kota Cirebon. Sekolah tersebut terpilih sebagai salah satu dari delapan sekolah di Indonesia yang melaju ke tingkat Asia Tenggara dalam ajang Nutrition Goes to School (NGTS) Showcase Perayaan 10 Tahun Program NGTS.
Keberhasilan tersebut mengukuhkan SMPN 7 Kota Cirebon sebagai satu-satunya wakil Provinsi Jawa Barat. Bahkan, SMPN 7 Kota Cirebon masuk dalam kelompok empat sekolah nasional yang dipercaya tampil sebagai pembicara atau panelis pada sesi Diskusi Panel: Sekolah/Madrasah NGTS Berbagi.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan SEAMEO RECFON (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition) Nomor 866/RECFON-DIR/S-70/VII/2026 tertanggal 28 Juli 2026 yang ditandatangani Direktur SEAMEO RECFON, Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K).
Dalam lampiran keputusan panitia, SMPN 7 Kota Cirebon tercatat bersama tujuh sekolah nasional lainnya dari Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Barat. SMPN 7 Kota Cirebon berstatus sebagai peserta NGTS Showcase sekaligus panelis dalam Panel Discussion.
BACA JUGA:5 HP Android Bekas Kamera Terbaik Rp2-4 Jutaan di Agustus 2026! Ada yang Punya Kamera Telemacro!
Seleksi tersebut diawali dengan 25 sekolah/madrasah dari seluruh Indonesia yang melengkapi formulir pemantauan serta mengunggah video singkat pelaksanaan program.
Penilaian mencakup implementasi program, dampak, inovasi, keberlanjutan, keterlibatan pemangku kepentingan, hingga keterwakilan wilayah dan jenjang pendidikan.
Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Dr Hj Euis Sulastri, MPd mengatakan, capaian tersebut merupakan buah dari komitmen sekolah dalam mengintegrasikan edukasi gizi dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, dari seleksi seluruh sekolah se-Indonesia, kami terpilih menjadi salah satu dari delapan sekolah nasional dan merupakan satu-satunya wakil dari Jawa Barat,” ujar Euis kepada Radar Cirebon di sekolah setempat, Rabu (19/8/2026).
Di lingkungan internal, SMPN 7 Kota Cirebon telah membangun ekosistem edukasi pangan mandiri. Sekolah tersebut memiliki unit pembelajaran budidaya burung puyuh penghasil telur dan daging, peternakan ayam petelur, budidaya jamur, hingga kolam budidaya lele sebagai sumber nutrisi dan protein bagi siswa.
Selain itu, hutan sekolah yang ditanami berbagai jenis pohon buah dimanfaatkan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan vitamin dan serat.
Hasil budidaya tersebut kemudian diolah secara langsung oleh siswa melalui kegiatan cooking class untuk mengenalkan tata cara pengolahan makanan sehat, penerapan konsep gizi “Isi Piringku”, serta pembiasaan pola hidup sehat di rumah.
Tidak berhenti di lingkungan internal, SMPN 7 Kota Cirebon juga aktif melakukan pengimbasan praktik baik (best practices) terkait edukasi gizi seimbang kepada masyarakat dan sekolah-sekolah di sekitarnya.
Penguatan implementasi program, capaian pemenuhan gizi siswa, serta efektivitas program pengimbasan menjadi bagian dari penilaian dalam seleksi tersebut.
Capaian di tingkat internasional ini melengkapi deretan prestasi SMPN 7 Kota Cirebon. Sebelumnya, sekolah tersebut juga berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Integrasi budaya peduli lingkungan dan kesadaran terhadap gizi kini menjadi salah satu fondasi SMPN 7 Kota Cirebon dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berkualitas.



